Bermodal KTP
KTP atau kartu tanda penduduk wajib di miliki setiap
penduduk atau warga Negara yang memuat nama nomor
pekerjaan dan alamat lengkap KTP dapat anda pakai sebagai modal yang
cukup memadai . Masfuk sarjana hukum
dari Universitas Airlangga memulai usahanya dengan modal KTP. Dengan modal KTP Masfuk
berangkat ke jepara ke tempat pak Rohim, pemilik industry kecil pembuat monel.
Masfuk minta Pak Rohim memberi barang monel senilai Rp 350.000,- dengan jaminan
KTP. Setelah Pak Rohim setuju, Masfuk langsung menuju Surabaya, ia pun menyewa
tempat di Supermarket Sinar dengan
pembayaran di belakangan karena tidak punya uang. Dengan waktu 3 hari rupanya
dagangannya dapat terjual Rp 1.200.000,-. Uang hasil jualan lalu ia gunakan
untuk membayar sewa dan hutangnya kepada Pak Rohim.
Bermodal uang milik orang lain
Anda punya ide usaha yang bagus tapi tidak punya modal, maka
anda dapat memulai usaha dengan kerjasama modal. Jika anda punya teman atau relasi hubungi dan
yakinkan mereka! Keuntungan dari usaha dapat anda bagi 2 dengan teman anda
sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Untuk memulai usaha ini anda dapat
memulainya dari orang yang paling percaya dan dekat dengan anda. Kejujuran dan
keadilan merupakan hal yang paling utama dalam memulai usaha dengan kerjasasma
modal.
Bermodal Hadiah
I Ketut Kasih dari bali adalah pemilik perusahaan garmen
bernama king kong terhitung cukup besar dan telah di ekspor ke jepang. I Ketut
Kasih memulai bisnis dari hadiah perpisahan dengan kawannya asal Australia.
Hadiah berupa celana berselancar itu memberi inspirasi awal bisnisnya, meskipun
keraguan sempat terbesit keraguan. Ia
menyetrika celana tersebut, kemudian menjplaknya ke dalam Koran bekas. Dengan
potongan-potongan kain bekas, Ketut meminta tolong sekolahnya untuk dijahitkan
dan dibuatkan celana berselancar seperti potongan Koran bekas jiplakan dari
celana berselancar Kini I ketut mempunya 2 celana selancar. Teman temannya pun
memintakan di buatkan celana selancar.
Menjadi Perantara
Menjadi perantara pada intinya adalah menjual informasi.
Informasi merupakan jantung untuk meraih kesukesan. Pak Ali menjadi perantara
ketika STMIK AMIKOM Yogyakarta membeli
tanah milik PT.Djarum yang berada di
jalan Ring Road Utara Condong Catur, Sleman Yogyakarta. Luas tanah yang di beli
STMIK AMIKOM Yogyakarta kurang lebih 6.000 meter persegi. Harga setiap meter
waktu itu Rp 250.000,- sehingga harga keseluruhan Rp,1.650.00.000,-. Pak Ali
mendapatkan 2,5% dari harga keseluruhan sebagai perantara yaitu Rp 41.250.000.-
Bermodal Keramahan
Dalam buku Succes
Adventure, Roger Konopasek bertutur tentang seorang koki panggilan bernama
Hussein. Ketika akan menutup restoran Hussein melihat seorang pria berjalan
menuju restorannya. Ternyata orang itu adalah Turis Australia yang kelaparan,
Hussein pun menyilahkan tamunya masuk. Sekembalinya dari dapur ia mendapati ada
tamu lain yang duduk sejauh dua meja dari turis tersebut. Ternyata tamunya
tidak dapat berbicara bahasa Inggris dan member penjelasan dalam bahasa Arab. Untungnya Hussein pernah belajar bahasa
Arab di sebuah sekolah Qur’an sehingga ia dapat menebak pria itu dari Arab
Saudi, tersesat di kota itu dan kelaparan. Saat itu Hussein merasakan kusunyian
di dalam ruang makan itu. Dua pria dewasa duduk di restoran kosong di tengah
kesunyian malam amat menyedihkan. Hussein memutuskan menghibur kedua pria
tersebut dengan duduk diantara mereka dan berbicara dengan bahasa Inggris dan
Arab secara bergantian. Setelah beberapa menit percakapan ia menemukan sesuatu
yang menarik. Pria Arab tersebut punya bisnis ekspor impor sapid an sedang
mencari transaksi baru di daerah ini, sementara pria Australia itu adalah
pemilik peternakan domba. Hussein mencoba menghubungkan mereka berdua. Apakah
pria Australia berniat mengekspor dombanya ke Arab. Ia memperoleh jawaban
berupa anggukan yang penuh dengan
semangat. Kemudian ia kembali ke pria Arab itu dan bertanya apakah ia tertarik
untuk mengimpor domba segar. Sekali lagi Hussein memperoleh jawaban anggukan
yang penuh semangat. Mereka pun saling bertukan amalat, menegosiasikan harga
dan nomor rekening. Setelah dua jam menerjemahkan dan bernegoisasi kedua tamu
itu berjabat tangan, saling menepuk bahu dan mengucapkan selamat tinggal kepada
Hussein. Tiga Bulan kemudian Hussein membuka surat dari pria Australia. Pria
itu berterima kasih karena menjadi penerjemah yang baik dan pengintai bisnis
yang bermata tajam. Dalam surat itu, Hussein menerima cek senilai $20.000 yang
merupakan bagian dari perjanjian itu.
source: 11 Rahasia Memulai Bisnis Tanpa Uang

0 comments:
Post a Comment